FPPI Mamuju Soroti Tindakan Oknum Aparat

0
104

KOREKSI.id, MAMUJU – Aksi unjuk rasa Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Mamuju berakhir ricuh dengan aparat kepolisian, Sabtu (22/9/2018) menyisakan sejumlah kekecewaan di pihak organisasi berideologi Nademkra itu.

Kekecewaan itu dikatakan, Ketua FPPI Kota Mamuju, Sayuti menyayangkan sikap represif aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi.

“Selaku Ketua Kota FPPI Mamuju, saya sangat menyayangkan tindakan aparat kepolisian terhadap massa aksi kami. Sebab, tanpa dibubarkan kami akan tetap bubar karena kami adalah massa yang terdidik dan terorganisir,” tegas Sayuti via Whatsaap.

Dia mengatakan, kader FPPI telah melalui proses kaderisasi manajemen aksi dan advokasi.

Dirinya juga membantah, jika aksi tersebut mengganggu kelancaran lalulintas. “Kami hanya menggunakan separuh jalan. Jadi kalau alasan kepolisian mau bubarkan kami karena mengganggu lalulintas, saya kira tidak begitu,” ujarnya.

Sayuti menekankankan, unjuk rasa dilakukan  adalah aksi menolak kedatangan IMF, bukan hendak berhadapan dengan aparat keamanan.

FPPI meyakini, menjaga keutuhan NKRI adalah milik semua warga Negara Indonesia. Secara khusus, polisi ditugaskan untuk mengayomi dan melayani.

Sementara mahasiswa dan pemuda mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai penyambung lidah rakyat.

“Fungsi mahasiswa sebagai pemegang idealisme yang melakukan pengabdian terhadap negara, melalui pendidikan kritis terhadap seluruh kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Kami ini mendorong peristiwa sosial menjadi peristiwa politik,” urai Sayuti.

Terkait kekerasan yang dialami kader FPPI Mamuju di lokasi demo, Sayuti berharap, kepolisian segera menindak oknum yang terbukti bertindak bak preman tersebut.

“Ini sangat merusak citra kepolisian sebagai pengayom, pelayan dan pelindung,”tutupnya.#Har/K1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here