Radzi Saleh: Sukses Sejati Adalah Mampu Menyukseskan Orang Lain

0
85

KOREKSI.id, PROFIL – Setiap orang memiliki definisi yang berbeda-beda tentang kesuksesan. Itu sebabnya, kesuksesan, seperti halnya kegagalan, selalu menarik untuk didiskusikan.Tapi, benarkah kesuksesan dan kegagalan merupakan pilihan?. Jika benar merupakan satu pilihan, mengapa banyak sekali orang yang gagal daripada yang berhasil?.

Md Radzi Saleh punya jawabannya. “Kalau kita renungkan, banyak orang gagal bukan karena mereka tidak memiliki peluang, tetapi lebih karena tidak berani mengambil peluang dan membayar harga sebuah kesuksesan,” kata Presiden Direktur PT K-Link Indonesia itu kepada wartawati Investor Daily Mardiana Makmun di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi pria kelahiran Perak, Malaysia, April 1959 ini, perjalanan hidup seseorang pasti diwarnai tantangan dan rintangan. “Untuk mencapai tingkat yang disebut kesuksesan, pasti ada pengorbanan,” tutur eksekutif bernama lengkap Dato’ Dr H Md Radzi Saleh yang sudah 40 tahun malang melintang di bidang networking ini.

Di luar itu semua, Radzi Saleh menganggap kesuksesan yang dicapai seseorang tidak bisa diukur hanya berdasarkan jabatan tinggi atau pencapaian bergengsi yang diraihnya. Seseorang baru dianggap mencapai kesuksesan sejati jika ia mampu menyukseskan orang lain.

“Anda akan merasakan arti kebahagiaan dan kesuksesan yang sesungguhnya apabila berhasil membimbing orang lain untuk mencapai kesuksesannya,” ujar Radzi Saleh yang menuangkan berbagai pengalaman dan nilai-nilai bisnis multilevel marketing (MLM) dalam buku bertitel Breaking Fee Harga Sebuah Kesuksesan.

Bagaimana Radzi Saleh bergabung dengan PT K-Link Indonesia yang kini masuk jajaran perusahaan MLM papan atas di Tanah Air?

Apa targetnya untuk pasar Indonesia? Mengapa ia punya filosofi bahwa dunia harus menangis saat seseorang meninggal dunia?

Berikut penuturan lengkapnya.

Bagaimana perjalanan karier Anda?

Sebelum di PT K-Link Indonesia, saya bekerja di beberapa perusahaan, termasuk perusahaan multilevel marketing (MLM). Saya 40 tahun bekerja di bidang networking. Sebelum terlibat di K-Link, saya bekerja di perusahaan nasional di Malaysia.

Cerita Anda bergabung dengan K-Link?

Tahun 2000, saya berkenalan dengan manajer K-Link internasional dan diajak bergabung. Saya berminat karena misi beliau adalah fokus pada beberapa negara, salah satunya Indonesia dan akan membuka kantor di Indonesia.

Saya memang berminat di international marketing. Setelah satu tahun di Malaysia dengan omzet per bulan mencapai Rp 20 miliar, akhirnya pada tahun 2001 saya dipercaya membangun K-Link Indonesia.

Mengapa Anda yakin bisa membesarkan K-Link di Indonesia?

MLM cocok dengan negara yang berpenduduk besar karena daya belinya besar. Negara-negara maju butuh penduduk yang besar dan Indonesia menuju negara maju, sehingga cocok sekali K-Link buka di Indonesia. Apalagi negara ini butuh lapangan kerja. Jadi, bagi K-Link, ini sebuah kesempatan.

Selain populasi yang besar?

Saya mengkaji budaya Indonesia, salah satunya orang Indonesia adalah orang yang beremosi.

Maksud Anda?

Contoh, mereka butuh sesuatu, tinggal gaet saja ke arah yang positif. Mereka bisa berjuang dan siap. Intinya siap bekerja keras, hanya butuh bimbingan dari orang yang benar saja. Ini yang saya lakukan, saya hanya membimbing ke arah yang benar saja.

Bagaimana caranya?

Pertama, saya memberi keyakinan bahwa ini (K-Link) bisa mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Kedua, saya ikut terjun ke lapangan. Ketiga, saya menganggap para agen MLM ini sebagai mitra, bukan agen, dan kami bergerak bersama-sama. Saat ini ada 3 juta member K-Link Indonesia dengan 500 ribu yang aktif.

Tantangan yang dihadapi di Indonesia dan terobosan yang Anda lakukan?

Salah satu masalah MLM adalah ada yang berpraktik sebagai money game. Itu jadi tantangan kami untuk meyakinkan masyarakat bahwa K-Link bukan money game.

K-Link adalah perusahaan yang bukan mengambil short term profit, K-Link siap bertahan lama di Indonesia. Ini yang kami tanamkan. Saya juga tanamkan ke para member, janganlah mengambil investasi terlalu besar. Untuk pemula, cukup Rp 1 juta saja, tapi di-rolling-kan. Kalau sukses menjual produk-produk K-Link, tingkatkan investasinya. Ini akan manis. Kalaupun gagal, tidak terlalu pahit.

Gaya kepemimpinan yang Anda terapkan di K-Link?

Banyak orang silap, mereka deal dengan leader atau distributor sebagai agen. Menganggap distributor sebagai agen. Ini kadang menciptakan suasana kurang harmonis. Saya membangun hubungan dengan leader bukan sebagai bos, tetapi sebagai sebuah keluarga.

Terkadang saya menempatkan diri sebagai orang muda, terkadang sebagai orang tua. Kadang saya menjadi ayah, kadang menjadi kakak. Akhirnya, kami membangun bisnis bukan semata sebagai profit, tapi sebagai keluarga. Mereka pun akhirnya sayang kepada K-Link.

Cara Anda menangani konflik?

Kalau ada konflik, saya bisa ambil cara keras, bisa juga cara lembut, tergantung kasusnya. Saya bisa menegur, saya juga bisa marah. Tapi mereka bisa menerima.

K-Link masuk jajaran perusahaan MLM papan atas di Indonesia, Anda sudah merasa sukses?

Kalau dibanding tahun 2001, ya saya merasa ini sudah sukses. Apalagi setelah gedung K-Link dibangun dengan 28 lantai dan mulai ditempati pada tahun 2011, saya sudah memberikan bukti kepada para member bahwa bisnis K-Link di Indonesia tidak main-main. Tetapi untuk target 2018 seterusnya, saya merasa belum sukses.

Apa target 2018?

Tahun 2018 ini, kami fokus di tiga program, yaitu ladies, syariah, dan online, disingkat LSO. Sebelumnya, K-Link menjual produk-produk suplemen kesehatan, tetapi mengapa kini ekpansi ke produk-produk ladies? Karena kekuatan omzet ada di produk-produk perempuan, termasuk kosmetika dan skin care.

Karena itu, K-Link membangun Rumah Cantik di Bandung. Untuk program syariah, kami menyosialisasikan bahwa bisnis K-Link menganut konsep syariah, yaitu bisnis yang berlandaskan sistem bisnis yang benar dan tidak merugikan.

Ini penting diketahui karena penduduk Indonesia 80% muslim dan syariah adalah fardu kifayah yang wajib dijalankan oleh sebagian muslim. Untuk online, kami sudah sukses dengan penjualan konvensional, tapi ke depan eranya adalah digital dengan penjualan secara online.

Target online?

Kami menargetkan penjualan online sebesar 30% atau Rp 50 miliar dari total omzet. Target berikutnya omzet penjualan online mencapai 70% pada 2020.Target kami, April ini sudah bisa diluncurkan sistem baru penjualan online kami.

Kalau LSO ini sukses, ya saya merasa sukses untuk tahun ini. Target saya lainnya adalah berharap para member juga sukses. Saya yakin insya Allah bisa. Kalau kita yakin sukses, Allah akan memberi kesuksesan kepada hamba-Nya.

Nilai-nilai apa yang Anda dapatkan dari bisnis ini?

Awalnya saya memikirkan masa depan keluarga. Tetapi kemudian, ketika saya sudah dekat dengan masyarakat Indonesia, saya merasa harus membuat kehidupan mereka berubah. Kini, saya merasa berbisnis lebih untuk beribadah. Allah telah beri saya kehidupan dalam bentuk materi untuk keluarga, tetapi apa yang saya dapatkan harus saya kembalikan lagi kepada masyarakat.

Filosofi hidup Anda?

Di saat lahir, kita menangis, tapi dunia tertawa menyambut kelahiran. Lakukanlah yang terbaik dalam hidup kita supaya di saat kita mati, kita tertawa, dan dunia menangis kehilangan kita.

Definisi kesuksesan menurut Anda?

Orang-orang sering mengatakan bahwa kesuksesan dan kegagalan itu merupakan suatu pilihan. Jika benar merupakan satu pilihan, mengapa banyak sekali orang yang gagal daripada yang berhasil?

Kalau kita renungkan, banyak orang gagal bukan karena mereka tidak memiliki peluang, tetapi lebih karena tidak berani mengambil peluang dan membayar harga sebuah kesuksesan.

Perjalanan hidup seseorang pasti diwarnai tantangan dan rintangan. Untuk mencapai tingkat yang disebut kesuksesan, pasti ada pengorbanan yang harus dilakukan.

Anda akan merasakan arti kebahagiaan dan kesuksesan yang sesungguhnya apabila berhasil membimbing orang lain untuk mencapai kesuksesannya.#Investor Daily/BS/K1M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here