Anjungan Pantai Manakarra Dikaitkan Simbol ‘Mata Satu’ Ini Kata Ketua MUI Mamuju

0
2858

KOREKSI.id, MAMUJU – Sempat viral dan menjadi konroversi dikalangan masyarakat terkait simbol ‘mata satu’ yang diduga mirip dengan design anjungan pantai Manakarra, Mamuju menuai banyak pembahasan.

Tepat pada Kamis 11 Oktober 2018 kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan PUPR telah melakukan renovasi di bagian kolam pantai tersebut guna untuk tidak lagi menyerupai ‘Mata Satu’

Dikutip dari InfoSulbar.com, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju, KH. Namru Asdar mengatakan, desain yang meyerupai ‘mata satu’ itu diyakini bukanlah hal yang disengaja oleh desainer dan pemerintah Kabupaten Mamuju.

“Yang pertama tentunya secara pribadi, saya melihat bukan hal yang disengaja oleh Pemda sebelumnya, baik dari desainer maupun pemerintah. Ini hanya semacam desain mencontoh saja daerah dan di beberapa Negara lain. Mungkin contoh itu oleh desainer, tanpa sengaja dan tidak ada niatan untuk simbol itu,” kata Namru.

Menurutnya, dalam pandangan Agama Islam, simbol mata satu belum bisa diyakini sebagai dajjal. Simbol mata satu, kata dia, juga telah ada sebelum Islam datang.

“Saya memandang, terlalu berlebihan kalau kita samakan dengan dajjal, karena dajjal itu matanya dua. Hanya memang satu matanya rusak. Simbol ini memang sejak dulu ada sebelum Islam datang. Mesir Kuno dengan Dewa Matahari. Jadi sebelum Islam datang sudah ada, sebelum dajjal diperkenalkan oleh Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wasallam,” jelasnya.

Ia juga meyakini, tidak satupun pengikut Dajjal ada di Mamuju. Hanya saja, sebagian warga telah terprovokasi dan mengaitkan simbol itu seperti Dajjal.

“Saya meyakini tidak ada pengikut Dajjal di Mamuju. Saya hanya menduga orang hanya mengaitkan dan mebesar-besarkan saja. Saya kira ini dilebih-lebihkan. Hanya orang yang membuat statemen dan mengaitkan sebagai pembeda saja antara Islam dan orang yang mengikuti aliran yang meyakini itu,” ucapnya.

Ditanya soal apakah Pemda Mamuju pernah meminta pertimbangan MUI Mamuju terkait kontroversi ini, Namru menjawab singkat.

“Sejauh ini Pemda tidak pernah meminta pertimbangan kepada MUI Mamuju. Tidak ada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, setelah banyak sorotan dari sejumlah warga terkait simbol ‘Mata Satu’ di anjungan, Pemkab telah mengambil langkah dengan melakukan renovasi.

Sementara itu Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid mengatakan hal ini dilakukan semata-mata untuk mendesain Anjungan Pantai Manakarra agar lebih cantik dan menarik. Apalagi, di bagian kolam anjungan, selain rusak juga tidak terawat dengan baik.

Perlu diketahui bahwa Simbol yang dikaitkan dengan ‘Mata Dajjal’ itu memang menjadi kontroversi sejak Tahun 2015 silam hingga 2018 ini.#Ashari/Ikram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here