Sosok Opu Daeng Risadju, Tinggalkan Istana Demi Kemerdekaan

0
99

KOREKSI.ID – “Kalau hanya karena adanya darah bangsawan mengalir dalam tubuhku, sehingga saya harus meninggalkan partaiku dan berhenti melakukan gerakanku, irislah dadaku dan keluarkanlah darah bangsawan itu dari dalam tubuhku, supaya datu dan hadat tidak terhina kalau saya diperlakukan tidak sepantasnya”.

Demikianlah jawaban Opu Daeng Risaadju ketika Datu Luwu, Andi Kambo membujuknya dan mengatakan. “Sebenarnya tidak ada kepentingan kami mencampuri urusanmu, selain karena dalam tubuhmu mengalir darah “Kedatuan,” sehingga kalau engkau diperlakukan tidak sesuai dengan martabat kebangsawanmu, kami dan para anggota Dewan Hadat pun turut terhina. Karena itu kasihanilah kami, tinggalkanlah partaimu itu!”.

Pendirian Opu Daeng Risadju tak tergoyahkan. Ia memilih berjuang untuk rakyatnya dan rela menanggalkan gelar kebangsawannya serta harus dijebloskan kedalam penjara oleh Belanda, bercerai dengan suaminya yang tidak bisa menerima aktivitasnya serta disiksa dan menderita tuli seumur hidup karena dentuman tembakan Belanda di kedua telinganya.

Opu Daeng Risadju Perempuan fenomenal ini, lahir di Palopo pada tahun 1880 dengan nama kecil Famajjah, ayah Muhammad Abdullah to Baresseng dan Ibu Opu Daeng Mawellu. Famajjah adalah seorang gadis hitam manis yang lincah dan berwajah serius.

Ia banyak mengisi masa kecilnya dengan menamatkan Al-Quran, mempelajari fiqih dari buku yang ditulis tangan sendiri oleh Khatib Sulaiman Datuk Patimang, atas bimbingan seorang ulama dan beberapa orang guru agama.

Selain itu ia mempelajari nahwu, syara dan balaqhah, yang merupakan dasar bagi pengkajian ilmu-ilmu agama yang lebih tinggi. Pengetahuan tentang baca tulis huruf Latin berkat ketekunannya sendiri. Opu Daeng Risadju tidak pernah diasuh dibangku sekolah atau belajar secara formal dari pendidikan buatan Hindia Belanda. Sebagai putri keturunan bangsawan, jiwa patriotisme.#Fachri Djaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here