Komunitas Adat dan kedekatan Historis

0
99

KOREKSI.ID, OPINI – Komunitas adat Kasoloa Barat dan Timur di Kabupaten Donggala. Tepatnya di desa Powelua dan Lumbumamara. Terlihat pemandangan yang sejuk, Pemandangan yang indah di kawasan hutan dua desa itu.

Secara administratif Powelua adalah Kecamatan Banawa Tengah, sementara Lumbumamara Masuk dalam Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.

Sementara di Salena yang terletak di Kecamatan Ulujadi, Kota Palu juga mempunyai pemukiman yang hampir sama.Letak Geografis pegunungan dan lembah menjadi tempat pemukiman warga di tempat itu.

Masyarakat tersebut merupakan Penutur Bahasa Kaili Unde. Secara Historis salena, Powelua dan Lumbumamara masih mempunyai kedekatan.

Bukti kedekatan masyarat tersebut, selain penutur bahasa yang sama juga adanya kuburan tua di Wilayah itu. Kemudian di dusun Sintulu, Desa Lumbumamara dan Dusun Pu’u ntana banyak didiami oleh masyarakat yang mempunyai kedekatan Sejarah dengan Masyarakat Adat Salena.Begitu juga di Salena banyak orang-orang dari Dua desa tersebut karena alasan kedekatan keluarga.

Bahkan menurut Pengakuan beberapa orang tua di Sintulu dan Pu’u ntana, bahwa mereka adalah To ghi Nggolo (Orang dari Nggolo). Artinya bahwa mereka memang punya kedekatan sejak dulu.

Selain itu juga adanya kawin-Mawin antara mereka yang membuat kedekatan keluarga makin baik.Ada satu kebiasaan yang menarik dari masyarakat ini. Misalnya dalam acara Pesta pernikahan dan Adat. mengundang sanak saudara di Bantaya (Rumah Adat) dan di dengarkan oleh semua warga.

Pada Saat penyampaian oleh tokoh yang dipercaya maka undangan di tunjukkan ke semua warga setempat tanpa terkecuali.

Begitu juga pada saat menghadiri Pesta mereka datang beramai-ramai menuju keluarga yang mengundang. Kebiasan ini turun-temurun mereka lakukan.

Tiba di kampung yang mengundang mereka akan menginap di rumah sanak saudara. Sementara untuk Makan akan disajikan di Bantaya.

Kemudian Memanggil warga untuk makan cukup unik, biasanya menggunakan pengeras suara di masjid, Ada juga menyampaikan secara lisan (dari mulut ke mulut).

Makanan akan di bawah masing-masing dari rumah warga yang berpesta maupun warga yang tidak mempunyai hajatan dan Ada juga yang memasak di bantaya.

Masih banyak bukti kedekatan komunitas Adat ini. intinya yang ingin penulis sampaikan bahwa mereka mempunyai tradisi saling menghargai Satu sama lainnya.(**)

Oleh :Arman Seli

Penulis Adalah Sekretaris Umum LS-ADI dan Pegiat Masyarakat Adat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here