Kasus Lahan Sawit, 2 Oknum PNS Dinas Perkebunan Sulbar Tersangka

0
281

KOREKSI.ID, MAMUJU – Kasus dugaan pengadaan pengembangan lahan kelapa sawit seluas 550 hektare, dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, di Desa Leling Utara, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju sejak 2013, sempat menjerat Kadis Perkebunan Sulbar, akhirnya ikut menyeret ke dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagian PPTK, ZM dan S selaku Pengguna Anggaran (PA).

Kasus tersebut dinilai merugikan keuangan Negara bersumber dari APBD-Perubahan, senilai Rp1,017.500.000 diperuntukkan 11 Kelompok Tani (Poktan) dengan perincian Rp97 juta setiap kelompok tani.

Adapun surat kelompok tani tersebut, sudah ditetapkan dalam bentuk surat keterangan dari kepala dinas Perkebunan Sulbar, saat itu.

Berdasarakan audit perhitungan keuangan negara dari BPKP perwakilan Sulbar No B/201/V/ 2017/Reskrim/27 April 2017.

Melalui Kasat Reskrim, Polres Metro Mamuju, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suriansyah, saat ditemui diruang kerjanya, Senin 10 Desember 2018.

“Kasus kejadiannya sejak tahun 2013, laporan 2017 masuk, kasus kerugian negara ditaksir senilai Rp1,17 milliar, berawal dari lokasi ada 11 jumlah kelompok tani, dari nilai anggaran Rp97 juta tiap kelompok, ada dua tersangka diantaranya ZM selaku PPTK dan S pengguna anggaran,” ucap Suriansyah kepada Koreksi.id.

Saat ini oknum kedua ASN, kata Kasat Reskim Suriansyah ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju.

“Kedua tersangka sudah ditahan pihak Kejari Mamuju,” ucapnya.

Berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke KHUP diancam kurungan 20 tahun penjara.#Jay.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here