Walikota Samarinda Renovasi Perpustakaan Refresentatif Jadi 5 Lantai

0
17

SAMARINDA – Dinas Perpustakaan Kota Samarinda berencana merenovasi perpustakaan kota yang terletak di Jalan Kesuma Bangsa. Fasilitas yang dihibahkan Pemprov Kaltim tahun 1987 itu, rencananya akan direhab total menjadi bangunan baru berlantai lima dengan fasilitas kolam renang khusus anak sebagai penarik calon pembaca baru.

Saat ini, prosesnya di tahap perencanaan oleh konsultan perencana. Dari paparan yang berlangsung di gedung perpustakaan lima lantai itu, akan diisi gedung perpustakaan dan kantor.

Rincinya, tiap lantai dengan luas 1000 meter persegi diperuntukkan masing-masing untuk basemant atau lantai satu diisi parkir kendaraan bermotor. Di lantai dua dijadikan pusat pelayanan orangtua, anak dan pertemuan. Lantai tiga, pelayanan perpustakaan dan teater mini. Lantai empat untuk kantor, lantai dan lantai lima tempat rekreasi diisi kolam renang, cafetaria dan WiFi.

“Konsepnya, menggabungkan unsur rekreasi, moderen, ramah lingkungan, anak, orangtua disabilitas dan menarik untuk swapoto,” kata kepala Dinas Perpustakaan Ananta Fathurrazi, Rabu (6/3) usai pemaparan.

Lanjutnya, konsep itu, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan tentunya untuk menarik minat baca warga yang masih tergolong kecil, rata-rata hanya 3 ribu orang per bulan. Dia yakin, dengan adanya konsep rekreasi, bisa menarik dan memudahkan anak-anak membaca buku sejak dini.

Ananta mengemukakan selain begitu pentingnya perpustakaan sebagai gudang ilmu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang tambah semangat merenovasi seusai berkunjung ke banyak perpustakaan di berbagai negara, mulai dari perpustakaan Harvard di Amerika Serikat, Australia dan perpustakaan nasional di Jakarta. Wali Kota dua periode yang mengaku suka membaca dan punya perpustakaan sendiri di rumahnya itu, berkeinginan merenovasi bangunan itu.

“Begitu beliau (Wali Kota Samarinda) lihat Perpustakaan nasional, beliau tergugah 100 persen. Dan, oke, kita bangun 5 lantai,” kata Ananta.

Apalagi, saat berkunjung dengan pengelolaan Perpusnas, dijelaskan, Ananta, ada kabar positif. Ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk membangun perpustakaan di daerah.

Untuk merealisasikan gedung itu, dari konsultan perencana memprediksi butuh anggaran Rp38 miliar.

Disebutnya, anggaran DAK perkiraan Rp 10-15 miliar baru bisa terrealisasi, setelah ada kepastian syarat lahan dan adanya dokumen detail engineering desain (DED) yang kini disiapkan. Sementara, untuk dana dari APBD Samarinda akan diusulkan bertahap. “Pak Wali Kota maunya selesai 2020,” ujarnya.

Jaang sendiri cukup terkesan paparan awal draft desain yang diusulkan konsultasi. Dia meminta anggaran dihitung detail berapa yang dibutuhkan jika nantinya dibangun bertahap. Sebab, nantinya akan dibawa di rapat pembahasan APBD perubahan.

“Konsultan hitung saja, berapa anggaranya, kalau misalnya dapat Rp 10 miliar dulu, dapatnya apa. Nanti kita lanjutkan,” kata Ja’ang.

Kilas balik di waktu kuliah, Jaang mengaku selalu mencatat judul buku saja, karena tidak bisa membeli.

“Jadi saya sering bermain ke toko buku dosen saya dosen Pengantar Ilmu Hukum, Pak Sidik Saleh di Jalan Sudirman pas di samping Jalan Veteran atau Bank BCA. Jadi disinilah saya membaca buku karena belum ada uang untuk membeli,” ungkapnya.

Namun ceritanya, setelah bekerja dan sering keluar kota, selalu membeli buku.

“Akhirnya di rumah pribadi, saya buat perpustakaan. Namun minat tetangga masih kurang, jadi sekaligus dijadikan posyandu. Buku di sini lengkap, ada resep masakan, memasang hijab muslimah dan lainnya. Kalau saya suka membaca buku motivasi, buku tokoh atau orang besar, dan sekarang sudah bau tanah keluar kota membeli buku agama,” beber Jaang.#kmf2/Doni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here