Libatkan ASN Kampanye, Ketua DPRD Majene Jadi Tersangka

0
165

MAJENE – Usai melalui pemeriksaan Gakkumdu dari penyidik Polres Majene, Ketua DPRD Kabupaten Majene inisial D akhirnya dinyatakan tersangka atas dugaan tindak pidana Pemilu.

Hal itu dikatakan Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy.

“Gelar perkara sudah dilakukan pekan lalu dan kita sudah memiliki bukti kuat. Bukan hanya dua alat bukti lagi. Bahwa oleh penyidik meyakini yang bersangkutan telah memenuhi unsur pidana seperti yang disangkakan,” ungkap Asri Effendy di Mapolres Majene, Senin (11/3/2019).

Lewat penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Asri Effendy lebih lanjut menyebut, terduga adalah salah seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Barat berinisial D dari Dapil Majene. Dua diduga melakukan pelanggaran Pemilu 2019.

Dugaan itu menguat setelah sebelumnya yang bersangkutan ditengarai menyuruh atau atas kuasanya telah menyuruh ASN mengampanyekan dirinya.

Menurut Asri Effendy, kasus itu muncul, bermula saat pihak Bawaslu Kabupaten Majene menemukan adanya postingan di media sosial tertanggal 4 Februari 2019 dalam kegiatannya D melakukan silaturrahmi dengan masyarakat di Lingkungan Tamo, Kecamatan Banggae Timur dimana didalamnya memuat salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) masih aktif berinisial R.

“Setelah dilakukan penyelidikan bersama tim Gakkumdu Polres Majene dan hasil rapat tim di Bawaslu, mereka menyimpulkan bahwa kasus ini dapat dilanjutkan ke proses penyidikan, tentunya sesuai dengan alat bukti cukup,” tutur Asri Effendy seraya menambahkan bahwa sebagai tugas pokok Polres Majene, pihaknya akan melakukan penyidikan secara profesional terhadap kasus tersebut.

Atas pelanggaran itu, terduga dapat disangkakan dengan pasal 493 Jo Pasal 280 ayat (2) huruf “f” UU No 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum dengan ancaman hukuman pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp12 juta.#MP/Ip/ed K1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here