Ada Pesan Damai Dalam Dialog Publik LSM Jari Manis

0
40

MAMUJU – Kali ini, Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Masyarakat Non Partisan (LSM-JARI MANIS) Provinsi Sulawesi Barat, menggelar dialog publik di wisma Malaqbi, Mamuju, Kamis 14 Maret 2019 .

Mengusung tema tegakkan demokrasi, jaga Pemilu 17 April 2019 dengan aman, damai dan kondusif.

Diskusi itu dihadiri Kepala Kesbangpol Sulbar, Rahmat Sanusi, Komisioner KPU Sulbar Divisi Hukum, Farhanuddin, praktisi media Muhammad Ilham, sejumlah pimpinan lembaga survey, serta organisasasi kepemudaan dan mahasiswa.

Ashari Rauf selaku Ketua LSM Jari Manis mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam upaya untuk memberikan kontribusi terciptanya dan lahirnya pemilu berkualitas aman dan damai, meskipun melalui kegiatan literasi diskusi.

“Beberapa data menunjukkan bahwa potensi-potensi kerawanan, gangguan dan ancaman di Pemilu sangat besar, dan yang lebih penting menyikapi itu, yakni kita harus melibatkan diri untuk ikut menjaga pemilu ini agar tidak tercoreng oleh pelanggaran-pelanggaran yang mungkin saja dilakukan kelompok-kelompok yang tidak ingin demokrasi kita terus tumbuh dengan baik,” tutur Ashari Rauf.

Kepala Kesbangpol Sulbar, Rahmat Sanusi, juga mengajak peserta diskusi untuk ikut melibatkan diri melakukan pemantauan Pemilu, utamanya mengawasi potensi-potensi kerawanan yang bisa saja terjadi di pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.

“Ada tiga dimensi atau variable potensi kerawanan, pertama integritas penyelenggara dalam netralitas dan penggunaan wewenang yang perlu dipantau, potensi kerawanan saat distribusi logistik, hingga potensi money politik. Kita berharap mudah-mudahan pemilu ini bersih karena pemilu ini untuk dilaksanakan secara serentak, yakni Pilpres dan Pileg,” papar Rahmat Sanusi.

Praktisi media, Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa Pers juga mengambil peran penting dalam mewujudkan Pemilu yang damai dan kondusif. Menurutnya, dimana media diposisikan sebagai salah satu pihak yang harus ikut bertanggunjawab secara moral untuk mensukseskan Pemilu.

“Di dunia Jurnalistik, dikenal sebagai prinsip Peace Journalism (Jurnalisme Damai), disitu bagaimana kita bekerja sebagai wartawan, memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, kita jangan ikut menjadi penyebar konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hoaks,”ucap Ilham.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat, Divisi Hukum, Farhanuddin mengatakan, KPU Sulbar sejauh ini terus memaksimalkan persiapan penyelenggaran Pemilu 2019, utamanya perampungan daftar pemilih, kesiapan surat suara dan logistik Pemilu lainnya.

“Kami berharap semua pihak bisa terlibat untuk ikut mensukseskan Pemilu ini, baik dari kalangan mahasiswa, teman-teman media serta masyarakat pada umumnya. Semoga kita tidak memenuhi kendala apapun dalam penyelenggaraan pemilu kali ini,” tuturnya.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah itu, ditutup dengan penandatangan deklarasi bersama untuk menjaga Pemilu 17 April 2019 dengan aman, damai dan kondusif.#Rls/K1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here