Wagub Kepri: Mahasiswa Harus Kritis dan Bisa Membaur di Masyarakat

0
36

TANJUNGPINANG — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu fokus dalam menuntut ilmu, sehingga nantinya menjadi mahasiswa yang cerdas, kritis serta mampu bergaul dan membaur ditengah-tengah kemajemukan masyarakat yang ada.

Hal ini dia sampaikan Isdianto saat menghadiri silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun di Tanjungpinang, Minggu (28/4) di Kedai Kopi Batu 10, Tanjungpinang.

Silaturahmi ini disejalankan dengan pembacaan doa bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H.

“Mahasiswa itu beda alamnya dengan saat masa SMA. Jika masa SMA tuntutannya hanya belajar, belajar dan belajar. Maka saat sudah menjadi mahasiswa tuntutannya tidak hanya belajar, tetapi juga harus kritis dan mampu bergaul dengan berbagai lingkungan dan kondisi masyarakat,” kata Isdianto.

Menurut Isdianto pembentukan sikap dan cara berfikir adalah saat-saat dibangku kuliah. Mahasiswa harus lebih bijak dan cerdas dalam menyikapi apapun yang terjadi disekitarnya, baik masalah peraturan maupun kebijakaan yang ada. Mahasiswa yang kritis dan bijak akan mengedepankan pola diskusi dalam menyikapi setiap persoalan.

“Bapak sangat mengapresiasi kegiatan ini. Walau hanya lewat kedai kopi tapi yang namanya silaturahmi harus disambungkan. Apalagi sebentar lagi kita akan puasa. Jaga terus silaturahmi kita, jangan hanya sampai disini tapi sampai dimasa-masa yang akan datang,” pesannya.

Sebagai publik figur yang masalalunya dibesarkan oleh orangtua yang kurang mampu. Isdianto mengaku memahami jika tidak semua mahasiswa orangtuanya tergolong mampu. Namun karena semangat untuk mengubah nasib, maka berusaha dengan segenap daya dan upaya untuk mengukiahkan anaknya.

“Manfaatkan dengan baik pengorbanan orangtua, jangan disia-siakan. Bapak dibesarkan oleh orangtua yang hanya pemotong karet. Kalau ada anak-anak bapak ada yang seperti bapak, maka jangan sekali-kali menyia-nyiakan pengorbanan orangtua kita. Bahagiakankah mereka,” kata Isdianto.

Adapun nasehat Isdianto lainnya adalah mengingatkan mahasiswa jangan coba-ciba memakai narkoba. Karena sama sekaki tidak ada manfaat yang positif. Apalagi tercatat setiap tahun sebanyak 80 ribu orang meninggal akibat narkoba. Belum lagi yang sakit, masuk runah sakit juwa dan sebagainya.

“Ini yang terpenting. Karena sekali saja kita menggunakan narkoba, maka berakhirlah masa depan. Jadilah mahasiswa yang cerdas, bijak, kritis dan pandai bergaul, tapi jangan terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik,” tutupnya.#Kom.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here