Tambatan Perahu Warga Tanjung Uma Batam, Nasibmu Memperihatinkan?

0
113

BATAM – Kumuh hal itu menggambarkan kampung nelayan, Tanjung Uma Kota Batam. Rumah yang mayoritas terbuat dari bahan kayu dengan tiang penyanggah menancap ke bibir laut. Kumpulan sampah plastik dan air sudah berwarna hitam dengan bau menyengat ke hidung.

Selain itu saat, media Koreksi.id menemui salah satu warga Tanjung Uma, seharian berprofesi antar jemput anak buah kapal (ABK) dengan menggunakan perahu kayu dengan mesin tempel.

“Kampung nelayan Tanjung Uma sejak dulu tidak ada perhatian dari pihak pemerintah Kota Batam, baik penataan begitu pun pelabuhan rakyat,” ucap salahsatu warga Tanjung Uma, Minggu (9/6/2019).

Dia berharap, kepada pihak pemerintah melalui anggota DPRD Kota Batam yang terpilih tahun ini, untuk memperhatikan kampung nelayan Tanjung Uma.

“Setidaknya, anggota DPRD yang terpilih tahun ini, dapil Tanjung Uma menjadi perhatian baik pembangunan kampung Tanjung Uma begitu juga pelabuhan rakyatnya,” harapnya

Lanjut dia katakan, selama ini pembangunan tambatan perahu rakyat adalah hasil swadaya masyarakat setempat.

“Pembangunan tambatan perahu adalah hasil swadaya masyarakat Tanjung Uma,” ucapnya.#Jaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here