Sekda Samarinda Gelar Rakor Darurat Banjir

0
43

SAMARINDA – Rapat Koordinasi (Rakot) Forkopimda terkait darurat banjir di Kota Samarinda langsung digelar Minggu (9/6/2019) di ruang rapat Kantor Satpol PP Kota Samarinda untuk mengevaluasi penanganan banjir di beberapa daerah Kota Samarinda.  

Rapat tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda, Sugeng Chairuddin dengan dihadiri Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, mewakili Dandim 0901, Asisten I Tejo Sutarnoto, Kadis PUPR Hero Mardanus, Kadis Kesehatan Rustam, Kadis Pemadam Kebakaran Nursan, Kepala BPBD Sulaeman Sade, Kepala Satpol PP M Darham, Kabag Kesra  Abd Jami, mewakili  DLH, Dishub, BMKG, Camat dan undangan terkait lainnya.

“Rapat kordinasi ini untuk mengevaluasi sampai sejauh mana tim penanggulangan bencana yang ada di lapangan bergerak dalam menangani banjir kota Samarinda ini. Banjir memang menggenang di beberapa wilayah Kota Samarinda termasuk yang paling utama adalah akses menuju Bandara terutama Jalan DI Panjaitan,” ucap Sugeng.

Perlu diketahui sebut Sugeng, ada video yang viral karena penumpang menuju bandara sampai dievakuasi menggunakan truk gas elpiji, sehingga jalur ini tergolong sangat utama sehingga harus diantisipasi juga dicari solusinya bila ada hujan lebat seperti ini.

“Tetapi alhamdulillah Jalan DI Panjaitan sampai sore ini sudah kering dan aman bisa untuk dilalui tinggal di Jalan PM Noor yang masih terlihat menggenang, juga jajaran Kepolisian dan TNI serta Dishub mengerahkan anggota ke lokasi banjir jalan menuju ke Bandara untuk cepat mengevakuasi penumpang menuju bandara dengan armada yang sudah disiapkan,” jelas Sugeng. 

Sampai saat ini wilayah yang terdampak banjir di masyarakat terutama wilayah Bengkuring, Griya Mukti, Gunung Lingai.

“Lokasi yang bisa dikatakan parah adalah di Bengkuring, Griya Mukti, Gunung Lingai dan harus mendapat support terutama untuk makanan dan sebagainya. Sebenarnya banjir ini bukan karena bendungan Benanga yang jebol melainkan level sungai Mahakam ini naik, karena berapa daerah di Hulu Mahakam hujan semua sehingga volume air penuh, disisi lain air laut itu pasang juga ikut naik mendorong ke sungai sehingga air ini tidak bisa lekas turun karena berbenturan ditambah curah hujan yang sangat tinggi di Kota Samarinda mulai semalam,” tambah Sugeng yang mewakili walikota.

Untuk bantuan kepada masyarakat terdampak banjir sudah mulai kemarin masuk di posko tanggap darurat. Sementara paketan disiapkan untuk bantuan tanggap bencana makanan karena itu yang utama dan yang lainnya akan menyusul.

Semua yang terdampak diupayakan akan mendapat bantuan dan untuk tanggap darurat di Kota Samarinda sendiri dilaksanakan 7 hari.

Sementara itu Kapolres Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menampik bahwa isu bendungan Benanga jebol, itu adalah hoax sehingga masyarakat harus tenang dalam mendengar kabar tersebut.

“Itu tidak benar, karena tim kami sudah langsung mengecek sendiri di bendungan Benanga bahwa status levelnya dalam keadaan siaga atau warna kuning. Sehingga himbauan kepada masyarakat jangan mudah menerima berita hoax, jadi kita harus fokus ke dalam penanganan korban terdampak dahulu,” katanya.

Untuk Operasi penanganan banjir ini sebutnya, Polresta menurunkan kurang lebih 400 personil yang menyebar dibeberapa wilayah karena ini sifatnya insidentil.

“Juga perahu – perahu kecil kami siapkan untuk evakuasi masyarakat,” tutup Vendra.#Afdani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here