Sudah Masuk SD, Rafi: Kami tetap Belajar di Sekolah Adat

0
60

PALU – Rafi salahsatu anak bersuku Kaili Da’a (Topoda’a) berada di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sabtu (20/7/2019)

Menuturkan, bahwa pertama kali masuk sekolah di SD Omu beberapa hari yang lalu dirinya dan 7 orang temannya sesama masyarakat adat Da’a, mereka merasa segan, tetapi setelah beberapa hari sudah bisa berdaptasi.

“Naeya mataku partama nosikola. Nosikala ante roa ntanina.
Eo salasa Kami nipaguru notulisi, nombaca,” ucapnya dengan bahasa Kaili.

Jika diartikan bahasa Indonesia.
“Pertama kali sekolah, saya masih malu-malu berkenalan dengan teman-teman yang lain. Hari Selasa (hari kedua masuk sekolah) disitu kami diajar menulis dan membaca,” ucapnya dalam arti bahasa Indonesia.

Menurutnya, apa yang diajarkan di sekolah sudah lebih awal mereka diajar menulis dan membaca oleh aktivis AMAN Sulteng.

(Notulisi,Nombaca nariamo kami nipaguru AMAN Sulteng)

“Menulis,membaca sudah ada kami diajarkan oleh AMAN Sulteng,” ungkap Rafi.

Selain itu Rafi juga mengatakan, walaupun sudah masuk di sekolah formal ia dan teman-temannya masih mau dan semangat  untuk mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh BPH AMAN Sulteng.

“Kami tetap mo belajar ri sikola AMAN Sulteng.Kami tetap belajar di sekolah AMAN Sulteng (Sekolah Adat),” tambah Rafi.

Sekolah AMAN Sulteng yang Rafi maksud adalah proses pembelajaran yang dilakulan oleh AMAN Sulteng di tempat mereka, juga biasa disebut sekolah adat.

“Nosikuru kami napaguru ri Sikola AMAN. ri sikola SD OMU  ninjani kamimo sakedi huruf ante angka.(Kami bersyukur diajar di Sekolah AMAN. di Sekolah  SD OMU kami sudah tahuu sedikit demi sedikit mengenal huruf dan angka),” tutupnya.#Arman Seli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here