Pegiat Masyarakat Adat: YB Berpotensi Mombangu Mate

0
244

PALU – Terkait kasus Hoax  melibatkan Yahdi Basma (YB) dalam statusnya di media sosial beberapa belum lama ini, kini mendapat tanggapan beragam dari beberapa kalangan masyarakat di Kota Palu.

Salah satunya, pegiat Masyarakat Adat, Arman Seli kepada Koreksi.id Kota Palu, Sabtu, (3/8/2019)

Menurut Arman, tindakan YB dalam hukum adat Kaili itu juga bisa ditafsirkan sebagai Mombangu Mate.

“Secara bahasa nombangu mate ini berarti menghidupkan orang mati bukan pada makna yang sesungguhnya,” jelas Arman.

Karena istilah-istilah hukum adat Kaili itu banyak menggunakan bahasa kiasan.

“Maksudnya secara adat Longki Djanggola sebagai Totua Ngata sudah meninggal karena harga dirinya tidak lagi dihormati,” ungkap Arman.

Artinya derajatnya sebagai manusia sudah tidak dihargai oleh  YB. untuk menghidupkan dirinya sebagai manusia yang utuh dan harga dirinya dikembalikan.

Maka ada sanksi (givu) yang disebut mombangu mate. Sanksi ini terbilang berat. Ketika Totua Nu Ngatanmembaca berita, maka secara adat dirinya sudah dianggap meninggal secara adat karena dia sudah di fitnah.

“Hukum adat justru jauh lebih ketat, jadi tidak bisa main-main. Apalagi Longki Djanggola keturunan Magau Palu, saya kira kita juga harus menghargai itu,” ungkapnya.#As/Jay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here