DPR Setuju Mendikbud Nadiem Makarim Sederhanakan Kurikulum Pendidikan

0
82

KOREKSI. id – Wakil Ketua Komisi X dari Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian menyoroti isi pidato peringatan Hari Guru 2019 yang diunggah oleh Menteri Kebudayaan Nadiem Makarim.

Diketahui, dalam teks pidato tersebut, Nadiem lebih banyak meninggung tentang masalah pendidikan, salahsatunya kurikulum yang padat menghalangi proses kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, dalam kurun lima tahun terakhir sekolah dibebani untuk merelisasikan dua kurikulum yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13). Sehingga masih banyak sekolah yang sedang menyesuaikan diri dengan isi kurikulum.

Selain itu juga keterbatasan teknologi informasi menjadi hambatan dua kurikulum terealisasikan.

Untuk itu kata dia, dibutuhkan kepastian kurikulum untuk menjawab kebutuhan pendidikan kedepannya.

“Untuk memaksimalkan guru dalam konteks pendidikan, disamping penguatan kompetensi, hal yang harus dilakukan adalah kepastian kurikulum yang berkelanjutan, tentu kurikulum yang komprehensif menjawab kebutuhan pendidikan ke depan.Terobosan perlu dilakukan dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya menjadikan guru sebagai instrumen pendidikan yang determinan (sangat menentukan),” kata Hetifah kepada wartawan, Minggu (24/11/2019).

Penyederhanaan kurikulum memang sangat dibutuhkan di dunia pendidikan, kata Hetifah. Kalaupun memang, Nadiem akan merubah kurikulum, ia berharap Nadiem merubahnya sesuai dengan kebutuhan di dunia pendidikan.

“Kalau menurut saya tetap perlu adanya penyesuaian kurikulum. Meskipun memang banyak kritik yang menganggap jangan lagi ganti-ganti kurikulum karena penerapannya memakan biaya banyak. Mungkin tidak mengubah, tapi lebih disesuaikan beberapa hal. Misal untuk pendidikan karakter, metode-metodenya diubah lebih ke learning by experience (belajar dari pengalaman), dan lainnya. Juga penambahan pendidikan Pancasila. Saya rasa Mas Nadiem nanti akan lebih banyak menyederhanakan dibanding menambah kerumitan,” tutur Hetifah.

Sebelumnya, prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia, Mendikbud Nadiem Makarim mengeluarkan isi hatinya melalui tulisan yang dituangkan untuk pidato dalam rangka memperingati Hari Guru 2019 yang jatuh pada tanggal 25 November besok. Pidato itu kemudian ia unggah dalam website Kemendikbud dan ditujukan kepada seluruh guru di Indonesia.

Berikut pidato lengkap Nadiem Makarim yang diunggah di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan :

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.

Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatu. #Pol/Red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here