Guru Diharap Bisa Lakukan Perubahan Kecil di Kelas

0
62

MAMUJU – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat Provinsi Sulbar, Senin 25 November 2019, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar. Tahun ini mengusung tema “Guru Penggerak Indonesia Maju”.

Bertindak selaku pembina upacara Sekprov Sulbar Muhammad Idris.
Pada kesempatan itu,Idris membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Dalam pidato tertulisnya, Nadiem meminta guru melakukan perubahan kecil di kelas dimana pun berada, seperti mengajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar, berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

“Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak, “tandas Nadiem.

Nadiem juga menyatakan, dirinya tidak akan membuat janji-janji kosong, meskipun perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.

“Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Perubahan tidak dapat dimulai dari atas, semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah, ambillah langkah pertama, “imbau Nadiem.

Melalui moment itu, di awal pidatonya Nadiem tidak lupa menyampaikan permohonan maaf karena pidatonya sedikit berbeda dari pidato Menteri pendahulunya, yang biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

“Mohon maaf, hari ini pidato saya agak sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, “kata Nadiem.

Sehubungan hal tersebut, usai upacara Sekprov Sulbar kembali mempertegas apa yang menjadi arahan dari Mendikbud RI.
Idris berharap, para guru dapat melakukan perbaikan cara berpikir dan bekerja, terutama cara mengelola pendidikan, dimana harus lebih inovatif sesuai yang diingikan Mendikbud RI.

“Permasalahan kita di Sulbar, bagaimana membuat kualitas pendidikan itu semakin baik, tentu kuncinya ada pada guru,” sebut Idris.

Idris mengajak, semua pihak untuk tetap berkomitmen bersama dalam berupaya memastikan, bahwa guru adalah teladan dalam melakukan pendidikan yang terbaik untuk bangsa.

Ia menambahkan, permasalahan pendidikan saat ini cukup kompleks, seperti distribusi guru yang tidak merata antara di perkotaan dan pedesaan, serta kompetensi guru yang masih perlu perbaikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Arifuddin Toppo juga berharap, semua pihak dapat memaknai momentum hari guru untuk bisa berfikir jauh ke depan menjadikan generasi penerus sebagai agen pembangunan.

“Kita semuanya bisa memaknai hari guru ini, bagaimana kita berfikir jauh ke depan melihat generasi kita untuk dipersiapkan sebagai agen pembangunan yang akan menghadapi berbagai tantangan. Jadi perlu memang sekolah-sekolah berinovasi dalam mempersiapkan generasi-generasi ke depan, “kata Arifuddin.

Menanggapi pernyataan Mendikbud terkait upaya kemerdekaan belajar di Indonesia, Arifuddin mengaku hal tersebut sangat menarik, sebab menurutnya kemerdekaan belajar menjadi hal yang utama harus dilakukan ke depan.

“Apa yang disampaikan Mendikbud dalam pidatonya itu sangat menarik. Yang dimaksud kemerdekaan belajar, memberikan kesempatan pada siswa untuk berdiskusi, bahkan juga diajak untuk bisa mengajar, sebab yang terjadi selama ini yang dilihat mungkin monolognya hanya satu arah dari guru saja,”sebut Arifuddin.#mhy/red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here