Kemenangan Zulhas di Kongres V PAN Lunturkan Pengaruh Amien Rais

0
107

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum membuktikan restu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk menduduki pucuk partai matahari itu sudah luntur.

“Tradisi restu ke AR (Amien Rais) di PAN menjadi luntur. Itu karena Zulhas melawan kebijakan AR soal regenerasi,” kata Ujang dikutip dari Tagar, Rabu, 12 Februari 2020.

Tak perlu intervensi Istana. Zulhas sudah lihai mengondisikan semuanya untuk dia menang lagi. Dia incumbent ketum PAN, wakil ketua MPR, banyak uang juga.

Menurutnya, pria yang akrab disapa Zulhas itu bisa menjadi pendobrak tradisi yang selama ini sudah bercokol di PAN.

Sebagai politikus yang sudah cukup senior, mantan Ketua MPR itu dia nilai lihai memainkan peran sebagai tokoh berpengaruh di internal PAN.

“Menangnya Zulhas itu karena semua sudah dikondisikan oleh dia. Dari mulai pembentukan kepanitiaan diisi oleh orang-orangnya dan membawa palusidang. Lalu, menggiring pemilik suara untuk memilihnya,” ujarnya.

Direktur Indonesia Political Review itu menegaskan tidak perlu intervensi Istana untuk memuluskan langkah Zulhas memenangkan kongres. Sebab, seluruh mesin kongres telah disiapkan sang petahana sejak jauh hari.

“Tak perlu intervensi Istana. Zulhas sudah lihai mengondisikan semuanya untuk dia menang lagi. Dia incumbentketum PAN, wakil ketua MPR, banyak uang juga. Kepanitian dari Steering Committee dan Organizing Committee orang dia semua,” katanya.

Selain itu, meski Zulhas berhadapan dengan Mulfachri Harahap sebagai kompetitor yang notabene didukung sesepuh PAN, tak lantas membuatnya gentar.

Hal itu tidak lain karena seluruh akses manuver Mulfachri sudah terkunci.

“Disaat yang sama Mulfachri tak bisa bergerak walau didukung AR. Karena sudah dikunci semua oleh Zulhas dan kelompoknya,” tuturnya.

Pada Selasa, 11 Februari 2020, Zulkifli Hasan ditetapkan sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025 di Kongres V PAN yang digelar di ballroom Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 10-11 Februari 2020.

Dalam perhitungan suara, Zulhas unggul dengan perolehan 331 suara, sementara lawannya Mulfachri Harahap 225 suara dan Dradjad Wibowo 6 suara, serta suara tidak sah 3.

Gelaran kongres tersebut sempat ricuh akibat massa pendukung Mulfachri dan Zulhas saling lempar kursi dan botol air mineral di arena kongres pada Selasa siang, 11 Februari 2020.

Keributan itu berawal ketika sidang pleno diskorsing oleh ketua sidang dan meminta para peserta kongres untuk ke luar ruangan.

Namun, Zulhas beserta pendukungnya tidak mau keluar ruangan kongres. Hal itu memancing kemarahan pendukung Mulfachri, sehingga gesekan keduanya tidak bisa terhindarkan.

Pada Senin 10 Februari 2020, sekitar pukul 14.30 Wita, Kongres V PAN juga berlangsung ricuh. Insiden berlangsung setelah sekelompok orang meminta panitia menghentikan proses pendaftaran peserta Kongres PAN yang seharusnya ditutup sejak pukul 12.00 Wita.#Tgr/Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here