Agus Ambo Djiwa: Calon untuk Pilkada Mamuju Masih Digodok

0
151

MAMUJU – Dari lima calon wakil bupati Mamuju, untuk mendampingi Sutinah Suhardi dalam pertarungan Pilkada 2020. Hanya empat hadir diantaranya Ado Mas’ud, Rahmat Sanusi, Muhammad Ali Chandra dan Tri Zulkarnaen menggelar pertemuan mendadak di rumah kediaman Ketua DPD Demokrait Sulbar, Suhardi Duka (SDK) di Jalan Husni Thamrin, Kamis malam (19/3/2020) mengumpulkan calon yang bakal menjadi wakil bupati Mamuju untuk Sutinah Suhardi sebagai calon bupati Mamuju yang juga anak kandung SDK.

Dari ke lima pendaftar bursa calon wakil Sutina, hanya Ketua Golkar Mamuju, H Damris yang absen.

Keempatnya yang hadir yakni, Ketua PDIP Mamuju, Ado Mas’ud; Kepala Biro Kesra Pemprov Sulbar, Muhammad Ali Chandra; Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Muhammad Rahmat Sanusi dan Wakil Rektor Universitas Tomakaka, Tri Zulkarnain.

Pertemuan mendadak itu berlangsung sekitar dua jam di Gasebo tepat belakang rumah SDK. Sayangnya, pertemuan itu tertutup untuk awak media.

Ado Mas’ud yang ditemui usai pertemuan mengungkapkan, hanya makan malam bersama SDK. Sembari diskusi banyak hal termasuk Pilkada Mamuju. “Yah, diskusi saja, Pak SDK undang. Termasuk pilkada dan dinamika koalisi,” kata Anggota DPRD Mamuju ini dikutip dari Fajar.co.id.

Ado mengungkapkan belum ada keputusan dari Demokrat soal pendamping Sutina. Karena, kata dia, struktur pengurus pusat Demokrat belum terbentuk usai kongres.

“Belum ada kesimpulan. Masih sangat dinamis, tetapi Insyaallah akhir Maret Demokrat sudah diumumkan siapa yang terpilih. Kalau tidak ada halangan, politik kan masih dinamis,” jelasnya.

Untuk arah dukungan PDIP, kata dia, masih menunggu hasil penjaringan Demokrat. “Masih seperti itu penyampaian saya ke Pak SDK . Tidak mungkin kita ke kiri sementara organisasi (partai) ke kanan. Bisa, tetapi kita harus siap dipecat,” jelasnya.

Sementara itu, Tri Zulkarnain membenarkan dari lima orang yang diundang hanya empat yang hadir. Dia juga mengungkapkan, masih ada pertemuan selanjutnya sebelum diumumkan hasil penjaringan Demokrat. “Akan ada pemanggilan berikutnya. Lima diundang empat yang datang,” katanya.

Dia sendiri mengaku sudah komitmen. Meski tidak dipilih sebagai wakil, tetap akan berada di barisan Sutina. “Kesepakatan awal tidak pernah berubah. Kita akan tetap berada dalam barisan Sutina,” katanya.

Tri Zulkarnain juga memaklumi dua lainnya, Ado Mas’ud dan H Damris adalah pengurus partai. “Tidak mungkin juga menyatakan sikap kalau partainya belum bersikap. Tidak logis kalau dia mengatakan tetap di barisan sementara partainya tidak di situ,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, H Damris mengaku tidak sempat hadir dalam pertemuan itu meski diundang. Alasannya tidak hadir karena sedang menerima tamu dari jauh. “Iya diundang, tetapi saya tidak hadir karna banyak tamu di rumah,” katanya.

Diapun telah memberi kabar ke tim pemenangan Sutina berhalangan hadir di pertemuan tersebut. Apalagi, dirinya akan ke Jakarta, Jumat, 20 Maret.

Damris mengaku mendapat undangan khusus DPP Golkar untuk menjemput surat tugasnya. “Besok (hari ini) saya ke Jakarta menghadiri undangan DPP. Surat tugasnya sudah jadi, kami dipanggil ada empat kabupaten menjemput surat tugas,” katanya.

Ketua DPD PDI P Provinsi Sulbar, Agus Ambo Djiwa melalui pesan singkat via WhatsAap, disaat ditanya terkait surat keputusan dari DPP PDI P untuk mengusung calon kader.

“Untuk sementara belum ada keputusan dari DPP, masih di godok,” ucapnya, Jumat (20/3/2020).

Beredar informasi calon kuat untuk mendampingi Sutinah Suhardi, yaitu Ado Mas’ud sebagai wakil bupati Mamuju.

“Belum ada keputusan dari DPP PDI Perjuangan untuk calon di Mamuju,” terangnya.#Jay.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here