Ketika Wakil Rakyat Menampar Wajah Sendiri

0
190

KURANG lebih 20 anggota DPRD Mamuju tidak menghadiri rapat paripurna HUT Manakarra ke 480, Selasa, 14 Juli 2020 membuat gaduh media sosial. Bahkan, media cetak dan online pun menurunkan laporan dengan beragam narasumber.

Di beberapa media arus utama, terutama media daring (online) memuat pernyataan anggota DPRD Mamuju yang tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut. Argumentasi kealpaan mengikuti rapat sesungguhnya boleh disebut sembrono. Alasan kisruh internal antara Ketua DPRD dan anggota menjadi pemicu.

Liputan media yang menurunkan wartawan melaporkan kejadian itu, mungkin masih wajar dengan mewawancarai berbagai elemen, tak terkecuali para wakil rakyat. Namun, informasi berkembang menjadi sangat liar di media sosial facebook. Sebagian besar netizen menilai kurang pantas anggota DPRD Mamuju tidak menghadiri hari ulang tahun daerahnya sendiri.

Warga di dunia maya seakan menafikan alasan 20 wakil rakyat yang tidak hadir. Apalagi mengulik argumentasi hanya masalah internal semata. Dapur lembaga yang terhormat itu setidaknya menjadi rahasia internal mereka sendiri, jangan diumbar terlalu vulgar. Sebab, menjadi lebih penting menghadiri HUT Manakarra ke 480, ketimbang soal-soal internal kelembagaan. Sehingga, alasan apapun rakyat Mamuju ingin agar kisruh ke dalam dikesampingkan dulu.

Momentum HUT Manakarra sebagai hari istimewa Kabupaten Mamuju, yang diperingati hanya beberapa saat sekali dalam setahun, hendaknya melarutkan apapun masalah. Perbedaan politik dan pilihan-pilihan, ketidaksamaan cara berpikir, hegemoni kultural, bahkan persaingan-persaingan dalam bentuk apapun, idealnya ditanggalkan sejenak.

Andai politik adalah benang merahnya, semestinya istirah sesaat saja. Rangkulan dan pelukan dengan senyuman tulus di hari istimewa ini, mestinya menjadi warna di ruang sidang utama Gedung DPRD hari itu. Bukan sebaliknya, malah menuai kecaman dari luar gedung terhormat, di media sosial pula, dan viral lagi.

SOAL ketidakhadiran anggota DPRD dalam rapat paripurna, sesungguhnya memang tidak melabrak aturan secara langsung. Namun, etika menjadi hal yang tidak boleh juga diabaikan. Memang tidak menghadiri rapat paripurna tidak ada sanksi memberatkan.

Pengamat politik Universitas Gajah Mada, Kuskridho Ambardi, mengatakan tidak ada sanksi politik dan sanksi sosial yang diberikan kepada anggota dewan yang secara sengaja tidak hadir. Namun, rapat paripurna penting untuk menandai keseriusan mereka dalam bekerja. (Kompas.com, 2 Oktober 2019).

Saking viralnya ketidakhadiran 20 anggota DPRD Mamuju di rapat paripurna tersebut, juga mendapat komentar Mayor Jenderal (Purn) TNI Salim S Mengga. Mantan anggota DPR RI, ini menulis status di akun facebook 15 Juli 2020, bahwa aksi walk out beda dengan aksi tidak menghadiri sidang, karena aksi tidak menghadiri sidang melanggar UU MD3. Berpotensi dihadapkan ke Dewan Kehormatan DPR/D karena menyangkut pelanggaran etika.

Dalam UU No. 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (lazim dinamai UU MD3) disebutkan, legislator yang enam kali berturut turut tidak menghadiri sidang tanpa keterangan akan diberhentikan keanggotaanya dari DPR. Artinya apa, bahwa jika belum enam kali tidak hadir masih aman dari Dewan Kehormatan.

BAHWA kejadian serupa di masa-masa berikutnya diharapkan jangan terjadi lagi. Kisruh internal yang terjadi di rumah para wakil rakyat jangan lagi menjadi ibarat gentong air yang bocor. Kemampuan dan ketidakmampuan pengelolaan manajemen antar sesama wakil rakyat, antara Ketua dan Angggota DPRD biarlah diselesaikan dengan mekanisme dan aturan.

Sikap temperamental dan egoisme personal, atau apapun sebutannya bukanlah alasan untuk saling melukai. Sebab, luka di lembaga terhormat tersebut jika diendus ke tengah-tengah masyarakat, justru berbalik menjadi informasi viral yang malah melukai rakyat yang diwakili. Rakyat kecewa dengan wakilnya sendiri.

Sebaiknya momen peringatan hari jadi diperingati dalam suasana sakral, harmonisasi kemanusiaan kita dibangun kembali. Apalagi, masyarakat yang diwakili yakni rakyat Mamuju telah menaruh banyak harapan. Jangan sampai rakyat malah kecewa, ketika justru wakil rakyat menampar wajah sendiri.

#Sumber: Editorial Fakta79
(Mamuju, 16 Juli 2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here