Pengguna Narkoba di Indonesia Setara Jumlah Penduduk Singapura

0
73

KOREKSI.id – Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, bahwa narkoba saat ini tidak hanya berada di perkotaan. Barang haram ini juga bahkan telah masuk ke pelosok pedesaan. Bahkan, ia menyebut jumlah pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 4 juta orang.

Hal itu disampaikannya dalam Pelantikan pengukuhan pengurus FOKAN (Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba) di Pendopo Agung, Bangkalan, Jumat (21/2) lalu.

1. Setara dengan jumlah penduduk Singapura

Arman mengatakan bahwa 4 juta pengguna narkoba di Indonesia setara dengan jumlah penduduk satu negara tetangga.

“Seperti negara Singapura, yang kurang lebih penduduknya 4 juta. Maka pengguna narkoba di negara kita ini sama dengan penduduk negara tetangga kita. Itu perbandingan,” kata Arman.

2. Kerugian negara Rp84,7 triliun per tahun

Dari jutaan budak Narkoba tersebut, Negara mengalami kerugian triliunan rupiah. Dia mencontohkan, harga emas saat ini dikisaran Rp700 ribu per gram, sedangkan sabu di Jawa timur, di kisaran Rp1,5 juta per gram.

Arman menyebut, dari uang yang dikeluarkan rakyat untuk membeli narkoba, kerugian mencapai Rp84,7 triliun. Menurutnya, jumlah itu bisa dihitung secara realistis dari harga sabu saat ini di kalikan jumlah pengguna.

“Kita hitung saja, kita buat saja harga 1 gramnya Rp1 juta kali 4 juta pengguna, dan itu sudah berapa?. Yang perlu di ketahui, para pengguna itu bukan sehari sekali (mengkonsumsi), ada yang dua jam harus dikasih lagi karena drop, ada yang empat jam, ada yang delapan jam. Bukan seperti obat sehari tiga kali setelh makan. Sebab, setiap gejala putus, itu butuh suntikan obat yang luar biasa,” ujarnya.

3. Narkoba pemicu terjadinya kejahatan

Jenderal bintang dua ini menegaskan,  penyalahgunaan sangat rentan sekali menjadi pemicu utama kejahatan. Dia mencontohkan kalau di satu rumah, yang rumah tangganya yang ada jadi pengguna narkoba, maka Ia percaya bahwa di keluarga itu tidak akan pernah tenang.

Pasti terjadi pencurian, anak-anak tidak akan membayar uang sekolah, tidak akan membelikan uang jajan yang diberikan kepada dia, tetapi semuanya digunakan untuk membeli narkoba. Kalau tidak ada itu (uang), maka mereka pasti akan mulai mencuri, melakukan pemerasan kecil di sekolah dan barangkali juga keluarha sering kehilangan uang di rumah

“Bagi orang tua, yang sedang menggunakan narkoba, yang paling sering terjadi itu adalah kasus KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga,” paparnya.

4. Bandar tidak takut hukuman, tetapi khawatir pasarnya hilang

Sindikat Norkoba, kata Arman, sebenarnya sudah tahu bahwa hukuman bagi pengedar adn pengguna narkoba di Negara Indonesia sangatlah berat. Yakni, hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.

“Mereka tetap beraksi dan tidak takut. Yang mereka takutkan itu pangsa pasarnya hilang,” ujar dia.

Dia berharap, dengan adanya Fokan (Forum Organisasi Kemasyarakatan anti narkoba), untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Kalau ada pecandu yang datang, harus segera di tangani.

“Fokan adalah mitra dari instansi id wilayah setempat. Harus berada di tengah masyarakat temukan cari mereka yang sudah terpapar narkoba, selamatkan. Kalau itu Tidak bisa, cari mereka sebanyak banyaknya ajak mereka supaya mereka-mereka menjadi bagian dari Fokan agen untuk melakukan pencegahan narkoba,” tandasnya.#IDN/Red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here